Dari Tanean Lanjang, Warga Pandian Rayakan Kemerdekaan dengan Doa dan Makan Bersama
- Yudie -
- 17 Aug, 2026
Kegiatan tersebut melibatkan keluarga dan tetangga di lingkungan masing-masing. Setelah menikmati kemeriahan kembang api, warga berkumpul untuk berdoa bersama sebelum menyantap hidangan yang telah disiapkan. Tradisi itu menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kebersamaan antarwarga.
Sekretaris Desa Paberasan, Hairul Anwar, mengatakan perayaan kemerdekaan tidak harus dilakukan melalui kegiatan besar. Menurut dia, berkumpul bersama keluarga dan tetangga justru menjadi bagian penting dalam memaknai kemerdekaan.
“Yang paling penting dari kegiatan seperti ini adalah kebersamaan. Warga bisa berkumpul, berdoa bersama, kemudian makan bersama. Ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi,” kata Hairul, Minggu (16/8/2026).
Tanean lanjang, ruang permukiman khas masyarakat Madura, menjadi pusat kegiatan warga. Bendera Merah Putih, lampu hias, dan ornamen kemerdekaan menghiasi sejumlah sudut dusun. Namun, kemeriahan tersebut tidak menghilangkan nuansa kebersamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Bagi warga Pandian, malam kemerdekaan bukan sekadar kembang api dan hiasan kampung. Dari tanean lanjang, semangat kemerdekaan dirawat melalui pertemuan keluarga, silaturahmi, doa, dan makan bersama. Tradisi sederhana tersebut menunjukkan bahwa makna kemerdekaan dapat tumbuh dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan masyarakat sekitar.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

